Dari Penggiat TIK Gampong, Hingga Bisa Jalan-Jalan Gratis Ke Bali

Bali adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Denpasar. Bali juga merupakan salah satu pulau di Kepulauan Nusa Tenggara. Di awal kemerdekaan Indonesia, pulau ini termasuk dalam Provinsi Sunda Kecil yang beribu kota di Singaraja, dan kini terbagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Serangan, dan Pulau Menjanga.

Bali yang terkenal dengan juga dengan primadona pariwisata Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain terkenal dengan keindahan alamnya, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik, saya sering melihat Bali dalam film FTV SCTV, sering lakokasi shootingnya di Pulau Dewata, saya tidak pernah ada keinginan untuk berkunjung ke Bali karena tidak punya biaya.

Saya sendiri tinggal di Gampong Cot Baroh Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie, sejak tahun 2013 akhir saya aktif di penggiat TIK Gampong Cot Baroh yang membuat Gampong Cot Baroh terkenal hingga Nasional dengan semangat Jangan Kalah dengan Keadaan tapi Jadilah Pemenang dengan Keadaan, Cot Baroh itu adalah sebuah wilayah bekas konflik yang pada saat konflik Aceh berkecambuk Cot Baroh kenak imbasnya hingga managenent pemerintahan gampong yang tidak teratur dan tidak adanya komputer gampong serta kantor keuchik pada saat itu.

Di Gampong saya aktif meliput berbagai kegiatan gampong baik kegiatan Lembaga Swadaya yang masuk ke Cot Baroh untuk bahan saya tampilkan pada website gampong, al hasil saya mendapatkan pelatihan fotografi di Banda Aceh pada akhir 2016 mengwakili wilayah kerja LSM Paska Aceh dan mengikuti sederet kegiatan lainya  di Lembaga Swadaya Masyarakat Paska Aceh hingga bisa jalan-jalan ke Bali dalam rangka mengwakili Paska Aceh mengikuti  workshop refleksi dan pembuatan produk rumah belajar yang diadakan Oleh Ajar (asia justice and rights) bertempat di kantor Pusat Ajar – Asia, Kampung Damai, Kuta Utara, Bali 5 -9 Juni 2017.

Kegiatan ini bertujuan untuk refleksi  kegiatan rumah belajar  dan dari refleksi tersebut menghasilkan produk-produk digital seperti infografis, buku foto, dan produk audi visual (video dan iklan radio). produk-produk yang dihasilkan memberikan gambaran tentang kegiatan komunitas rumah belajar, rumah belajar adalah komunitas dimana para korban-korban konflik bergabung untuk menentukan arah kehidupan yang lebih baik secara bersa-sama.

Saya CERIA bisa mengikuti workshop refleksi dan pembuatan produk rumah belajar dan disana disana saya mendapatkan kawan-kawan baru dari Yogyakarta, Buyung Katedo – Poso, Maumere – Sikka – Kupang, Pulo Buru – Maluku, Wamena – Papua, Merbaun – Kupang dan KONTRAS MAKASAR.

Dan InsyaAllah saya mengupayakan sebisa mungkin untuk mencoba mengaplikasi hal-hal baru yang saya dapat di sana seperti pembuatan video pendek, mengatur narasi video, hal-hal seperti ini sangat diperlukan dalam sistem informasi gampong dan komunitas rumah belajar untuk media publikasi. []

Leave a Reply